Kamis, 05 Juni 2014

Senjata Tradisional Aceh

Rencong

Rencong (Reuncong) adalah senjata tradisional dari Aceh. Rencong selain simbol kebesaran para bangsawan, merupakan lambang keberanian para pejuang dan rakyat Aceh di masa perjuangan. Keberadaan Rencong sebagai simbol keberanian dan kepahlawanan masyarakat Aceh terlihat bahwa hampir setiap pejuang Aceh, membekali dirinya dengan Rencong sebagai alat pertahanan diri. Namun sekarang, setelah tak lagi lazim digunakan sebagai alat pertahanan diri, Rencong berubah fungsi menjadi barang cinderamata yang dapat ditemukan hampir di semua toko kerajinan khas Aceh.

Bentuk Rencong berbentuk kalimat bismillah, gagangnya yang melekuk kemudian menebal pada sikunya merupakan aksara Arab Ba, bujuran gagangnya merupaka aksara Sin, bentuk lancip yang menurun kebawah pada pangkal besi dekat dengan gagangnya merupakan aksara Mim, lajur besi dari pangkal gagang hingga dekat ujungnya merupakan aksara Lam, ujung yang meruncing dengan dataran sebelah atas mendatar dan bagian bawah yang sedikit keatas merupakan aksara Ha.
Rangkain dari aksara Ba, Sin, Mim, Lam, dan Ha itulah yang mewujudkan kalimat Bismillah. Jadi pandai besi yang pertama kali membuat Rencong, selain pandai maqrifat besi juga memiliki ilmu kaligrafi yang tinggi. Oleh karena itu , Rencong tidak digunakan untuk hal-hal kecil yang tidak penting, apalagi untuk berbuat keji, tetapi Rencong hanya digunakan untuk mempertahankan diri dari serangan musuh dan berperang dijalan Allah.
Rencong yang ampuh biasanya dibuat dari besi-besi pilihan, yang di padu dengan logam emas, perak, tembaga, timah dan zat-zat racun yang berbisa agar bila dalam pertempuran lawan yang dihadapi adalah orang kebal terhadap besi, orang tersebut akan mampu ditembusi Rencong.
Gagang Rencong ada yang berbentuk lurus dan ada pula yang melengkung keatas. Rencong yang gagangnya melengkung ke atas disebut Rencong Meucungkek, biasanya gagang tersebut terbuat dari gading dan tanduk pilihan.
Bentuk meucungkek dimaksud agar tidak terjadinya penghormatan yang berlebihan sesama manusia, karena kehormatan yang hakiki hanya milik Allah semata. Maksudnya, bila Rencong meucungkek disisipkan dibagian pinggang atau dibagian pusat, maka orang tersebut tidak bisa menundukkan kepala atau membongkokkan badannya untuk memberi hormat kepada orang lain karena perutnya akan tertekan dengan gagang meucungkek tersebut.


Rencong Aceh

Gagang meucungkek itu juga dimaksudkan agar, pada saat-saat genting dengan mudah dapat ditarik dari sarungnya dan tidak akan mudah lepas dari genggaman. Satu hal yang membedakan Rencong dengan senjata tradisional lainnya adalah Rencong tidak pernah diasah karena hanya ujungnya yang runcing saja yang digunakan.


Jenis Rencong
Ada empat macam Rencong yang menjadi senjata andalan masyarakat Aceh yaitu :
  • Rencong Meucungek
  • Rencong Meupucok
  • Rencong Pudoi
  • Rencong Meukure

Rencong Meucugek
Disebut Rencong Meucugek karena pada gagang Rencong tersebut terdapat suatu bentuk panahan dan perekat yang dalam istilah Aceh disebut cugek atau meucugek.
Rencong Meupucok
Rencong ini memiliki pucuk di atas gagangnya yang terbuat dari ukiran logam yang pada umumnya dari gading atau emas. Bagian pangkal gagang dihiasi emas bermotif tumpal (pucok rebung) serta diberi permata ditampuk gagang, panjang keseluruhan Rencong sekitar 30 cm. Sarung Rencong juga dibuat dari gading serta diberi ikatan dengan emas. Bilah terbuat dari besi putih.
Rencong Pudoi
Istilah Pudoi dalam masyarakat Aceh adalah sesuatu yang dianggap masih kekurangan atau masih ada yang belum sempurna. Gagang Rencong ini hanya lurus saja dan pendek sekali. Jadi, yang dimaksud Pudoi atau yang belum sempuna adalah pada bentuk gagang Rencong tersebut.
Rencong Meukure
Perbedaan Rencong Meukure dengan Rencong jenis lain adalah pada mata Rencong. Mata Rencong diberi hiasan tertentu seperti gambar ular, lipan, bunga dan lainnya.
Sumber
suarakarya-online.com members.tripod.com

http://iinsemprul.blogspot.com 

Minggu, 01 Juni 2014

Kabupaten dan Kota di Provinsi Aceh

Kabupaten dan Kota di Provinsi NAD

Daftar Kabupaten dan Kota di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Tahun 2010
No.
Kode
Kabupaten/Kota
Luas Wilayah (km2)
Persentase thdp Luas Provinsi (%)
1
1101Kabupaten Simeulue
2,051.48
3.54
2
1102Kabupaten Aceh Singkil
2,185.00
3.77
3
1103Kabupaten AcehSelatan
3,841.60
6.63
4
1104Kabupaten AcehTenggara
4,231.43
7.30
5
1105Kabupaten AcehTimur
6,286.01
10.85
6
1106Kabupaten AcehTengah
4,318.39
7.45
7
1107Kabupaten AcehBarat
2,927.95
5.05
8
1108Kabupaten AcehBesar
2,969.00
5.12
9
1109Kabupaten Pidie
3,086.95
5.33
10
1110Kabupaten Bireuen
1,901.20
3.28
11
1111Kabupaten AcehUtara
3,236.86
5.59
12
1112Kabupaten Aceh Barat Daya
1,490.60
2.57
13
1113Kabupaten Gayo Lues
5,719.58
9.87
14
1114Kabupaten Aceh Tamiang
1,956.72
3.38
15
1115Kabupaten Nagan Raya
3,363.72
5.80
16
1116Kabupaten Aceh Jaya
3,812.99
6.58
17
1117Kabupaten BenerMeriah
1,454.09
2.51
18
1118Kabupaten PidieJaya
1,073.60
1.85
19
1171Kota BandaAceh
61.36
0.11
20
1172Kota Sabang
153.00
0.26
21
1173Kota Langsa
262.41
0.45
22
1174Kota Lhokseumawe
181.06
0.31
23
1175Kota Subulussalam
1,391.00
2.40
 1100Provinsi NAD
57,956.00
100.00
 Sumber : http://indonesiadata.co.id